Kristiawan CCE, PMP Cost Engineer at Qatargas Operating Company Ltd
Member of Association for Advancement of Cost Engineering (AACE) International & Project Management Institute (PMI)
e-mail :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Tergantung pada skala proyek dan level informasi yang tersedia pada saat penyusunan estimasi, ada beberapa metode yang umum digunakan untuk menghitung besaran contingency.Tulisan ini membahas tiga metode perhitungan contingency dan rekomendasi penggunaannya.
1. Definisi
Tanyakan definisi contingency kepada orang–orang yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, kemungkinan besar akan didapat beragam jawaban sesuai dengan sudut pandang masing-masing responden :
- “Sejumlah dana, yang jika ditambahkan ke estimasi biaya proyek, jumlah totalnya kira- kira 1 dollar lebih sedikit dari batas maksimum yang bisa disetujui oleh para pemegang keputusan”
- “ Alokasi dana yang akan digunakan jika proyek dikelola dengan buruk”
- “Alokasi dana yang menentukan proyek sukses atau gagal”
- "Alokasi dana yang akan mulai digunakan oleh Project Team pada saat progress proyek mencapai antara 75% - 100%.”
- “Alokasi dana proyek yang sebaiknya tidak diketahui oleh Construction Manager”
- “Alokasi dana proyek yang akan dihabiskan oleh Project Engineer sebelum pekerjaan lapangan dimulai” - “Dana proyek yang dihilangkan dari proposal tender, karena perusahaan yakin bisa dapat gantinya dari change orders”
Standard terminologi dari Association for Advancement of Cost Engineering (AACE) menjelaskan contingency sebagai berikut :
Alokasi dana yang ditambahkan ke estimasi untuk mengantisipasi pekerjaan, kondisi, kejadian yang tidak pasti, dimana berdasarkan pengalaman biasanya akan mengakibatkan tambahan biaya. Contingency umumnya dihitung menggunakan analisa statistik atau analisa berdasarkan pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya.